Jakarta, 6 September 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga tingkat internasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan Jakarta di tengah transformasi kota menuju pusat ekonomi dan bisnis berskala global. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemerintah daerah telah mendorong keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dalam sejumlah kegiatan promosi dan pameran dagang di luar negeri. Mumbai dan New Delhi di India menjadi beberapa kota yang telah menjadi tujuan kegiatan tersebut. Pemprov DKI juga merencanakan pengembangan akses pasar ke Vietnam dan Brunei Darussalam. Langkah tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi produk, karya, dan layanan kreatif asal Jakarta untuk dikenal konsumen internasional.
Rano menyampaikan penguatan ekonomi kreatif ketika menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) DKI Jakarta di M Bloc Live House, Jakarta Selatan, Sabtu, 5 September 2026. Menurutnya, ekonomi kreatif merupakan salah satu kekuatan utama yang dimiliki Jakarta dan perlu dikembangkan melalui ekosistem yang semakin terintegrasi. Pemerintah tidak dapat menjalankan pengembangan sektor tersebut sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan komunitas, organisasi, pelaku usaha, pekerja kreatif, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat wilayah dinilai dapat membantu pemerintah menemukan potensi kreatif yang selama ini belum mendapatkan ruang pengembangan optimal. Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk menghubungkan pelaku kreatif dengan kesempatan usaha yang lebih luas. Dengan pola kerja bersama, potensi ekonomi kreatif diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Jakarta memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang masing-masing mempunyai karakter dan kebutuhan pengembangan berbeda. Subsektor tersebut menciptakan ruang bagi berbagai bentuk kegiatan usaha, mulai dari seni, budaya, kuliner, fesyen, desain, musik, film hingga produk kreatif berbasis teknologi. Menurut Rano, seluruh potensi tersebut perlu mendapatkan perhatian secara menyeluruh agar pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya terkonsentrasi pada bidang tertentu. Pemerintah ingin membangun ekosistem yang memungkinkan kreativitas masyarakat berkembang menjadi produk dan layanan yang mempunyai nilai ekonomi. Penguatan tersebut juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda yang semakin banyak memilih profesi di sektor kreatif. Besarnya variasi subsektor membuat pemetaan potensi menjadi penting agar kebijakan yang diterapkan sesuai dengan karakter pelaku di masing-masing bidang.
Pemprov DKI juga ingin pertumbuhan pusat ekonomi kreatif tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta Selatan. Rano mencontohkan perkembangan kawasan Blok M yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi kreatif dan berhasil menarik masyarakat untuk datang melakukan berbagai kegiatan. Perkembangan kawasan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem kreatif dapat membantu menghidupkan kembali suatu wilayah sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya. Pemerintah ingin pola serupa berkembang di kawasan lain dengan karakter yang disesuaikan terhadap potensi lokal. Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat hingga Kepulauan Seribu memiliki peluang mengembangkan pusat ekonomi kreatif masing-masing. Penyebaran aktivitas tersebut diharapkan membuat manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat pada satu kawasan.
Keberadaan jaringan Gekrafs hingga tingkat kota dinilai dapat membantu proses identifikasi potensi tersebut. Pemerintah berharap organisasi ekonomi kreatif dapat membangun jaringan yang mampu menjangkau komunitas dan pelaku usaha hingga tingkat wilayah. Setiap kawasan Jakarta memiliki karakter budaya, sejarah, kuliner, perdagangan, dan komunitas yang berbeda sehingga pendekatan pengembangannya juga tidak dapat disamakan. Pemetaan yang baik dapat menunjukkan jenis usaha kreatif yang mempunyai peluang paling besar untuk dikembangkan di masing-masing wilayah. Hasil pemetaan selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan bentuk pelatihan, promosi, pendampingan maupun akses pasar yang dibutuhkan pelaku. Dengan demikian, program ekonomi kreatif dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan bukan hanya mengikuti pendekatan yang bersifat umum.
Rano juga menekankan pentingnya literasi dan basis data dalam membangun kebijakan ekonomi kreatif yang lebih tepat sasaran. Data diperlukan untuk mengetahui jumlah pelaku usaha, jenis subsektor, skala bisnis, kebutuhan pengembangan, kemampuan produksi, hingga pasar yang telah dijangkau. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan pelaku yang siap mengikuti pameran internasional maupun program peningkatan kapasitas. Basis data yang kuat juga memungkinkan pemerintah mengukur perkembangan sektor ekonomi kreatif secara lebih akurat dari waktu ke waktu. Sementara peningkatan literasi diperlukan agar pelaku memahami aspek pengelolaan usaha, pemasaran, perlindungan kekayaan intelektual, pembiayaan, hingga strategi memasuki pasar baru. Kombinasi antara kreativitas dan kemampuan bisnis diharapkan membuat pelaku Jakarta semakin kompetitif ketika menghadapi persaingan.
Pembukaan akses menuju pasar internasional menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut. Keikutsertaan dalam pameran dagang di Mumbai dan New Delhi memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperkenalkan produk sekaligus memahami karakter konsumen di negara lain. Rencana menjangkau Vietnam dan Brunei Darussalam juga membuka peluang memperluas jaringan ekonomi kreatif Jakarta di kawasan Asia Tenggara. Namun ekspansi ke luar negeri tidak hanya membutuhkan produk yang menarik, tetapi juga kesiapan dalam kualitas, kapasitas produksi, kemasan, konsistensi pasokan, serta pemahaman terhadap karakter pasar tujuan. Pelaku usaha juga perlu memiliki kemampuan membangun jaringan bisnis dan menindaklanjuti pertemuan yang diperoleh selama kegiatan promosi. Karena itu, pembukaan pasar internasional perlu dibarengi pendampingan agar kesempatan yang muncul dapat berkembang menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang.
Pada saat yang sama, Pemprov DKI tetap menempatkan pasar domestik sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif. Jakarta memiliki basis konsumen besar sekaligus menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai daerah sehingga dapat berfungsi sebagai ruang pengujian produk sebelum memasuki pasar yang lebih luas. Aktivasi kawasan, festival, pameran, ruang kreatif, dan berbagai kegiatan publik dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung. Ekosistem domestik yang kuat memberikan kesempatan bagi pelaku untuk membangun merek, memperbaiki produk, dan memahami respons pasar. Setelah memiliki fondasi usaha yang lebih matang, ekspansi menuju pasar internasional dapat dilakukan dengan kesiapan lebih baik. Strategi tersebut diharapkan membuat pertumbuhan tidak hanya terjadi melalui promosi sesaat, tetapi menghasilkan usaha yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Penguatan ekonomi kreatif juga dipandang penting menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027. Pemerintah ingin momentum tersebut digunakan untuk menunjukkan transformasi Jakarta sebagai kota yang mempunyai kekuatan ekonomi, budaya, kreativitas, dan inovasi. Ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh 5,52 persen dan memberikan kontribusi sekitar 16,15 persen terhadap perekonomian nasional. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan posisi strategis Jakarta dalam aktivitas ekonomi Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi sektor kreatif untuk berkembang lebih jauh. Perubahan status Jakarta juga mendorong kota ini memperkuat daya saingnya melalui sektor-sektor yang tidak hanya bergantung pada aktivitas pemerintahan. Industri kreatif dapat menjadi salah satu penggerak baru karena bertumpu pada ide, inovasi, budaya, teknologi, dan kemampuan sumber daya manusia.
Pemprov DKI berharap kepengurusan baru Gekrafs DKI Jakarta dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun industri ekonomi kreatif yang semakin merata di seluruh wilayah kota. Pemerintah akan terus membuka kesempatan promosi, memperkuat pasar domestik, serta mencari peluang baru agar produk kreatif Jakarta memperoleh akses menuju konsumen internasional. Pelaku ekonomi kreatif pada saat yang sama didorong meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, memanfaatkan teknologi digital, dan membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Pengembangan kawasan kreatif seperti yang terlihat di Blok M juga diharapkan dapat direplikasi dengan karakter berbeda di berbagai wilayah Jakarta. Jika ekosistem, data, sumber daya manusia, promosi, dan akses pasar dapat dikembangkan secara bersamaan, sektor ekonomi kreatif berpotensi memberikan kontribusi semakin besar terhadap perekonomian kota. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Jakarta menuju kota global yang memiliki produk dan karya kreatif dengan daya saing internasional.





