Jakarta, 20 September 2026 – Komite Wasit menyatakan Lee Kang-in seharusnya mendapatkan kartu merah setelah melakukan tekel keras terhadap Federico Valverde dalam pertandingan yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Real Madrid. Insiden tersebut menjadi sorotan karena Lee melakukan kontak keras ketika berusaha merebut bola dari Valverde. Wasit yang memimpin pertandingan saat itu tidak memberikan hukuman kartu merah kepada pemain asal Korea Selatan tersebut. Setelah pertandingan, rekaman insiden kembali ditinjau untuk mengevaluasi keputusan yang diambil di lapangan. Komite Wasit kemudian menilai bentuk tekel Lee memenuhi kriteria pelanggaran serius yang dapat membahayakan keselamatan lawan. Keputusan wasit dalam pertandingan tersebut pun dinilai tidak tepat.
Insiden terjadi ketika Valverde sedang menguasai bola dan Lee datang melakukan tekanan dari arah yang berdekatan. Dalam proses perebutan bola, kaki Lee mengenai bagian kaki Valverde dengan intensitas yang dianggap berbahaya. Pemain Real Madrid tersebut langsung terjatuh setelah menerima kontak tersebut. Sejumlah pemain kemudian memberikan reaksi karena menilai pelanggaran yang terjadi cukup keras. Pertandingan sempat terhenti sebelum akhirnya dilanjutkan setelah wasit mengambil keputusan. Tidak adanya kartu merah membuat momen tersebut menjadi salah satu kontroversi utama pertandingan.
Dalam evaluasinya, Komite Wasit menilai tindakan Lee masuk dalam kategori serious foul play atau pelanggaran serius. Pertimbangan tidak hanya didasarkan pada apakah pemain terlebih dahulu mengenai bola, tetapi juga cara tekel dilakukan dan potensi cedera yang ditimbulkan. Penggunaan kaki dengan intensitas tinggi serta titik kontak terhadap lawan menjadi bagian penting dalam penilaian. Dalam aturan permainan, seorang pemain dapat diusir apabila melakukan tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan lawan ketika memperebutkan bola. Berdasarkan kriteria tersebut, Lee dinilai seharusnya langsung mendapatkan kartu merah. Evaluasi ini sekaligus menunjukkan bahwa keputusan di lapangan dapat ditinjau kembali sebagai bagian dari peningkatan kualitas perwasitan.
Penggunaan Video Assistant Referee juga menjadi perhatian karena insiden tersebut tidak menghasilkan perubahan keputusan menjadi kartu merah. Dalam situasi pelanggaran serius, VAR dapat meminta wasit melakukan pemeriksaan ulang melalui monitor di sisi lapangan apabila terdapat kemungkinan kesalahan yang jelas. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama setelah mempertimbangkan informasi dari tim VAR. Evaluasi setelah pertandingan kemudian digunakan untuk menilai apakah prosedur tersebut telah berjalan sebagaimana mestinya. Komite Wasit menganggap insiden Lee dan Valverde menjadi salah satu situasi yang seharusnya mendapatkan penanganan berbeda. Kejadian itu juga menjadi bahan evaluasi bagi perangkat pertandingan untuk menghadapi laga berikutnya.
Bagi Lee Kang-in, kontroversi tersebut menambah perhatian terhadap gaya permainannya dalam pertandingan berintensitas tinggi. Pemain internasional Korea Selatan itu dikenal memiliki kemampuan teknis dan kreativitas dalam membangun serangan, tetapi duel keras dapat menimbulkan risiko apabila dilakukan dengan waktu dan posisi yang tidak tepat. Valverde sendiri mampu melanjutkan pertandingan setelah insiden tersebut. Tidak adanya cedera serius pada pemain Uruguay itu tidak mengubah penilaian mengenai potensi bahaya dari tekel yang dilakukan. Dalam menentukan kartu merah, wasit memang tidak harus menunggu seorang pemain mengalami cedera terlebih dahulu. Tingkat bahaya dan cara melakukan tantangan menjadi unsur utama dalam pengambilan keputusan.
Evaluasi Komite Wasit tidak mengubah hasil pertandingan yang telah selesai, tetapi dapat menjadi bagian dari penilaian terhadap kinerja perangkat pertandingan. Wasit dan petugas VAR biasanya menerima evaluasi setelah laga untuk melihat keputusan yang tepat maupun kesalahan yang perlu diperbaiki. Insiden Lee Kang-in terhadap Federico Valverde menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menerapkan aturan terhadap tekel berbahaya. Perlindungan terhadap keselamatan pemain menjadi salah satu dasar utama dalam penegakan aturan sepak bola modern. Perdebatan mengenai keputusan tersebut kemungkinan tetap berlanjut karena setiap insiden memiliki sudut pandang dan interpretasi berbeda. Namun, penilaian Komite Wasit menegaskan bahwa tekel Lee dinilai telah melewati batas yang semestinya dan layak berujung kartu merah.






