Jakarta, 9 Mei 2026 – Polda Sumatera Selatan melakukan pengawalan proses pemulangan jenazah korban kecelakaan bus ALS menuju Tegal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan korban berjalan lancar dan keluarga dapat menerima jenazah dengan aman.
Kecelakaan bus ALS sebelumnya menjadi perhatian publik setelah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim gabungan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Pihak kepolisian menyebut pengawalan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus membantu keluarga korban yang sedang menghadapi situasi duka. Perjalanan pemulangan dilakukan dengan koordinasi lintas wilayah agar proses transportasi berjalan aman dan tertib.
Keluarga korban tampak terpukul saat proses penjemputan jenazah dilakukan. Sejumlah kerabat dan warga di kampung halaman disebut telah bersiap menyambut kedatangan jenazah untuk proses pemakaman.
Selain pengawalan, aparat juga membantu kelancaran administrasi dan koordinasi dengan rumah sakit maupun pihak terkait lainnya selama proses pemulangan berlangsung.
Kasus kecelakaan bus ALS sendiri masih dalam penanganan aparat untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Tim investigasi terus mengumpulkan keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan transportasi darat, terutama pada perjalanan jarak jauh. Banyak pihak berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pengamat transportasi menilai pengawasan kondisi kendaraan, kesiapan pengemudi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan fatal di jalan raya.
Di tengah suasana duka, masyarakat juga memberikan dukungan kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam kecelakaan tersebut.
Hingga kini, proses pemulangan korban lain dan penanganan pascakecelakaan masih terus dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait guna memastikan seluruh kebutuhan keluarga korban dapat tertangani dengan baik.






